Showing posts with label artikel** sejarah islam. Show all posts
Showing posts with label artikel** sejarah islam. Show all posts

Friday, November 20, 2009

belajar dari sejarah

Pada atau sekitar tahun 570 anak yang akan bernama Muhammad dan siapa yang akan menjadi Nabi dari salah satu agama besar dunia, Islam, dilahirkan dalam sebuah keluarga milik klan dari Quraisy, suku yang berkuasa Mekah, sebuah kota di daerah Hijaz Saudi barat laut.

Originally the site of the Ka'bah, a shrine of ancient origins, Mecca had with the decline of southern Arabia (see Chapter l ) become an important center of sixth-century trade with such powers as the Sassanians, Byzantines, and Ethiopians. Awalnya lokasi Kabah, sebuah tempat suci kuno asal-usul, Mekah telah dengan penurunan dari selatan Arabia (lihat Bab I) menjadi pusat penting abad keenam perdagangan dengan kekuasaan sebagai Sassanians, Bizantium, dan Etiopia. As a result the city was dominated by powerful merchant families among whom the men of Quraysh were preeminent. Akibatnya kota ini didominasi oleh keluarga pedagang yang kuat di antara mereka orang-orang Quraisy yang unggul.

Muhammad's father, 'Abd Allah ibn'Abd al-Muttalib, died before the boy was born; his mother, Aminah, died when he was six. Muhammad ayah, 'Abd Allah ibn'Abd al-Muththalib, meninggal sebelum anak itu lahir, ibunya, Aminah, meninggal ketika ia berusia enam tahun. The orphan was consigned to the care of his grandfather, the head of the clan of Hashim. Anak yatim itu dimasukkan ke dalam asuhan kakeknya, kepala klan Hasyim. After the death of his grandfather, Muhammad was raised by his uncle, Abu Talib. Setelah kematian kakeknya, Muhammad dibesarkan oleh pamannya, Abu Thalib. As was customary, Muhammad as a child was sent to live for a year or two with a Bedouin family. Seperti adat, Muhammad sebagai seorang anak yang dikirim untuk tinggal selama setahun atau dua dengan sebuah keluarga Badui. This custom, followed until recently by noble families of Mecca, Medina, Tayif, and other towns of the Hijaz, had important implications for Muhammad. Kebiasaan ini, diikuti sampai baru-baru ini oleh keluarga bangsawan Mekah, Madinah, Tayif, dan kota lainnya dari Hijaz, memiliki implikasi penting bagi Muhammad. In addition to enduring the hardships of desert life, he acquired a taste for the rich language so loved by the Arabs, whose speech was their proudest art, and learned the patience and forbearance of the herdsmen, whose life of solitude he first shared and then came to understand and appreciate. Selain abadi gurun kesulitan hidup, dia memperoleh rasa bahasa untuk orang kaya sehingga dicintai oleh orang-orang Arab, yang pidato adalah seni membanggakan mereka, dan mempelajari kesabaran dan kesabaran dari peternak, yang hidupnya kesendirian ia pertama kali bersama dan kemudian datang untuk memahami dan menghargai.

About the year 590, Muhammad, then in his twenties, entered the service of a widow named Khadijah as a merchant actively engaged with trading caravans to the north. Sekitar tahun 590, Muhammad, maka dalam usia dua puluhan, memasuki layanan seorang janda bernama Khadijah sebagai pedagang aktif terlibat dengan perdagangan karavan ke utara. Sometime later Muhammad married Khadijah, by whom he had two sons - who did not survive - and four daughters. Beberapa waktu kemudian Muhammad menikah Khadijah, oleh siapa ia mempunyai dua anak laki-laki - yang tidak bertahan - dan empat anak perempuan.

During this period of his life Muhammad traveled widely. Selama masa hidupnya Muhammad bepergian secara luas. Then, in his forties he began to retire to meditate in a cave on Mount Hira outside of Mecca, where the first of the great events of Islam took place. Kemudian, dalam empat puluhan ia mulai pensiun untuk bermeditasi di sebuah gua di Gunung Hira di luar Mekah, di mana pertama dari peristiwa besar Islam terjadi. One day, as he sat in the cave, he heard a voice, later identified as that of the Angel Gabriel, which ordered him to: Suatu hari, ketika ia duduk di dalam gua, dia mendengar suara, kemudian diidentifikasi sebagai bahwa dari Malaikat Gabriel, yang memerintahkannya untuk:

Recite: In the name of thy Lord who created, Created man from a clot of blood. Ucapkan: Dalam nama Tuhanmu yang menciptakan, Menciptakan manusia dari gumpalan darah.

Three times Muhammad pleaded his inability to do so, but each time the command was repeated. Tiga kali Muhammad memohon ketidakmampuannya untuk melakukan hal itu, tapi setiap kali perintah itu diulang. Finally, Muhammad recited the words of what are now the first five verses of the 96th surah or chapter of the Quran - words which proclaim God the Creator of man and the Source of all knowledge. Akhirnya, Muhammad mengucapkan kata-kata yang sekarang adalah lima ayat pertama dari surah atau bab 96 dari Quran - kata-kata yang mewartakan Allah Pencipta manusia dan Sumber dari segala pengetahuan.

At first Muhammad divulged his experience only to his wife and his immediate circle. Mula-mula Muhammad diungkapkan pengalamannya hanya untuk istri dan lingkaran langsung. But as more revelations enjoined him to proclaim the oneness of God universally, his following grew, at first among the poor and the slaves, but later also among the most prominent men of Mecca. Tapi karena lebih banyak ayat memerintahkan dia untuk mewartakan keesaan Tuhan secara universal, dengan mengikuti tumbuh, mula-mula di antara orang miskin dan para budak, tetapi kemudian juga di antara orang-orang yang paling terkemuka dari Mekkah. The revelations he received at this time and those he did so later are all incorporated in the Quran, the Scripture of Islam. Wahyu yang ia terima saat ini dan orang-orang ia melakukannya kemudian semua yang tergabung dalam Quran, Kitab Suci Islam.

Photo: The sun rises over Jabal al-Rahmah, the Mount of Mercy, where Muhammad in his farewell sermon told the assembled Muslims, "I have delivered God's message to you and left you with a clear command: the Book of God and the practice of His Prophet. If you hold fast to this you will never go astray." Foto: Matahari terbit di atas Jabal al-Rahmah, Bukit Mercy, di mana Muhammad dalam khotbah perpisahan kepada umat Islam berkumpul, "Aku telah menyampaikan pesan Allah kepada Anda dan meninggalkan Anda dengan perintah yang jelas: Kitab Allah dan praktik Nabi-Nya. Jika Anda berpegang teguh pada ini, Anda tidak akan tersesat. "

Not everyone accepted God's message transmitted through Muhammad. Tidak semua orang menerima pesan yang disampaikan Allah melalui Muhammad. Even in his own clan there were those who rejected his teachings, and many merchants actively opposed the message. Bahkan dalam marga sendiri ada orang-orang yang menolak ajarannya, dan banyak pedagang secara aktif menentang pesan. The opposition, however, merely served to sharpen Muhammad's sense of mission and his understanding of exactly how Islam differed from paganism. Oposisi, bagaimanapun, hanya berfungsi untuk mempertajam rasa Muhammad misi dan pemahaman persis bagaimana Islam berbeda dari paganisme. The belief in the unity of God was paramount in Islam; from this all else followed. Keyakinan dalam kesatuan Tuhan adalah penting dalam Islam; dari ini semua yang lain mengikuti. The verses of the Quran stress God's uniqueness, warn those who deny it of impending punishment, and proclaim His unbounded compassion to those who submit to His will. Ayat-ayat dari Quran stres keunikan Allah, memperingatkan orang-orang yang menyangkal akan terjadinya hukuman, dan menyatakan-Nya kasih sayang tak terbatas kepada orang-orang yang tunduk kepada kehendak-Nya. They affirm the Last Judgment, when God, the Judge, will weigh in the balance the faith and works of each man, rewarding the faithful and punishing the transgressor. Mereka menegaskan kiamat, ketika Allah, Hakim, akan mempertimbangkan keseimbangan dalam iman dan karya-karya setiap orang, menguntungkan yang setia dan menghukum para pelanggar. Because the Quran rejected polytheism and emphasized man's moral responsibility, in powerful images, it presented a grave challenge to the worldly Meccans. Karena Quran menolak politeisme dan menekankan tanggung jawab moral manusia, di gambar kuat, itu disajikan tantangan berat ke Mekah duniawi.

Setelah Muhammad telah berkhotbah di depan umum selama lebih dari satu dekade, oposisi kepadanya mencapai suatu pitch yang tinggi, takut akan keselamatan mereka, ia mengirim sebagian pengikutnya ke Ethiopia, di mana penguasa Kristen diperpanjang perlindungan kepada mereka, kenangan yang telah telah dihargai oleh umat Islam sejak saat itu. But in Mecca the persecution worsened. Tapi di Mekah penganiayaan memburuk. Muhammad's followers were harassed, abused, and even tortured. Pengikut muhammad dilecehkan, dianiaya, dan bahkan disiksa. At last, therefore, Muhammad sent seventy of his followers off to the northern town of Yathrib, which was later to be renamed Medina ("The City"). Akhirnya, karena itu, Muhammad mengutus tujuh puluh orang pengikutnya pergi ke utara kota Yatsrib, yang kemudian berganti nama menjadi Madinah ( "Kota"). Later, in the early fall of 622, he learned of a plot to murder him and, with his closest friend, Abu Bakr al-Siddiq, set off to join the emigrants. Kemudian, pada awal musim gugur 622, ia belajar dari sebuah rencana untuk membunuh dia dan, dengan teman terdekatnya, Abu Bakr al-Siddiq, berangkat untuk bergabung dengan emigran.

In Mecca the plotters arrived at Muhammad's home to find that his cousin, 'Ali, had taken his place in bed. Di Mekah yang bersekongkol Muhammad tiba di rumah untuk menemukan bahwa sepupunya, 'Ali, telah mengambil tempat di tempat tidur. Enraged, the Meccans set a price on Muhammad's head and set off in pursuit. Marah, orang Mekah menetapkan harga di atas kepala Muhammad dan berangkat dalam pengejaran. Muhammad and Abu Bakr, however, had taken refuge in a cave where, as they hid from their pursuers, a spider spun its web across the cave's mouth. Muhammad dan Abu Bakr, bagaimanapun, telah berlindung di sebuah gua di mana, ketika mereka bersembunyi dari para pengejar, seekor laba-laba memintal jaringnya di mulut gua. When they saw that the web was unbroken, the Meccans passed by and Muhammad and Abu Bakr went on to Medina, where they were joyously welcomed by a throng of Medinans as well as the Meccans who had gone ahead to prepare the way. Ketika mereka melihat bahwa web ini tak terputus, orang Mekah lewat dan Muhammad dan Abu Bakr pergi ke Madinah, di mana mereka disambut gembira oleh segerombolan Medinans serta Mekah yang telah mendahului untuk menyiapkan jalan.

This was the Hijrah - anglicized as Hegira - usually, but inaccurately, translated as "Flight" - from which the Muslim era is dated. Ini adalah Hijrah - keinggeris-inggerisan sebagai Hijriyah - biasanya, tapi tidak akurat, diterjemahkan sebagai "Penerbangan" - dari mana era muslim adalah tanggal. In fact, the Hijrah was not a flight but a carefully planned migration which marks not only a break in history - the beginning of the Islamic era- but also, for Muhammad and the Muslims, a new way of life. Bahkan, hijrah bukan penerbangan tetapi migrasi yang direncanakan dengan hati-hati tidak hanya menandai istirahat dalam sejarah - awal zaman Islam-tetapi juga, untuk Muhammad dan kaum muslim, suatu cara hidup baru. Henceforth, the organizational principle of the community was not to be mere blood kinship, but the greater brotherhood of all Muslims. Sejak saat itu, prinsip organisasi masyarakat tidak boleh hanya darah kekerabatan, tetapi persaudaraan yang lebih besar dari semua umat Islam. The men who accompanied Muhammad on the Hijrah were called the Muhajirun - "those that made the Hijrah" or the "Emigrants" - while those in Medina who became Muslims were called the Ansar or "Helpers." Orang-orang yang didampingi Muhammad di Hijrah yang disebut Muhajirun - "orang-orang yang membuat hijrah" atau "emigran" - sementara mereka di Madinah yang menjadi muslim yang disebut Anshar atau "Penolong."

Muhammad was well acquainted with the situation in Medina. Muhammad kenal baik dengan situasi di Madinah. Earlier, before the Hijrah, the city had sent envoys to Mecca asking Muhammad to mediate a dispute between two powerful tribes. Sebelumnya, sebelum hijrah, kota telah mengirim utusan ke Mekah meminta Muhammad untuk menengahi perselisihan antara dua suku yang kuat. What the envoys saw and heard had impressed them and they had invited Muhammad to settle in Medina. Apa para utusan itu melihat dan mendengar terkesan mereka dan mereka telah mengundang Muhammad untuk menetap di Madinah. After the Hijrah, Muhammad's exceptional qualities so impressed the Medinans that the rival tribes and their allies temporarily closed ranks as, on March 15, 624, Muhammad and his supporters moved against the pagans of Mecca. Setelah hijrah, Muhammad sifat-sifat luar biasa sehingga terkesan Medinans bahwa saingan suku-suku dan sekutu mereka ditutup sementara peringkat sebagai, pada 15 Maret 624, Muhammad dan para pendukungnya bergerak melawan orang kafir Mekah.

Photo: A colonnade of lofty arches surrounds the courtyard at the Prophet's Mosque in Medina, after Mecca the second holiest city of Islam. Photo: Sebuah barisan tiang lengkungan yang tinggi mengelilingi halaman di Mesjid Nabi di Madinah, setelah mekkah kedua kota paling suci Islam.

The first battle, which took place near Badr, now a small town southwest of Medina, had several important effects. Pertempuran pertama, yang berlangsung di dekat Badar, sekarang sebuah kota kecil di barat daya Madinah, memiliki beberapa dampak penting. In the first place, the Muslim forces, outnumbered three to one, routed the Meccans. Di tempat pertama, pasukan Muslim, kalah jumlah tiga ke satu, memukul mundur Mekah. Secondly, the discipline displayed by the Muslims brought home to the Meccans, perhaps for the first time, the abilities of the man they had driven from their city. Kedua, disiplin yang ditampilkan oleh umat Islam dibawa pulang ke Mekah, mungkin untuk pertama kalinya, kemampuan pria yang mereka diusir dari kota mereka. Thirdly, one of the allied tribes which had pledged support to the Muslims in the Battle of Badr, but had then proved lukewarm when the fighting started, was expelled from Medina one month after the battle. Ketiga, salah satu suku sekutu yang telah berjanji mendukung Muslim dalam Pertempuran Badar, tetapi suam-suam kuku kemudian terbukti ketika pertempuran mulai, diusir dari Madinah satu bulan setelah pertempuran. Those who claimed to be allies of the Muslims, but tacitly opposed them, were thus served warning: membership in the community imposed the obligation of total support. Mereka yang mengaku sebagai sekutu umat Islam, tetapi secara diam-diam menentang mereka, dengan demikian disajikan peringatan: keanggotaan dalam komunitas yang dikenakan kewajiban dari total dukungan.

A year later the Meccans struck back. Setahun kemudian memukul balik Mekah. Assembling an army of three thousand men, they met the Muslims at Uhud, a ridge outside Medina. Perakitan pasukan tiga ribu orang, mereka bertemu dengan kaum Muslim di Uhud, punggung bukit di luar Madinah. After an initial success the Muslims were driven back and the Prophet himself was wounded. Setelah sukses awal umat Islam dipukul mundur dan Nabi sendiri terluka. As the Muslims were not completely defeated, the Meccans, with an army of ten thousand, attacked Medina again two years later but with quite different results. Sebagai Muslim tidak sepenuhnya dikalahkan, Mekah, dengan sepuluh ribu tentara, menyerang Madinah lagi dua tahun kemudian tapi dengan hasil yang cukup berbeda. At the Battle of the Trench, also known as the Battle of the Confederates, the Muslims scored a signal victory by introducing a new defense. Pada Pertempuran Khandaq, juga dikenal sebagai Pertempuran Konfederasi, kaum muslim sinyal mencetak kemenangan dengan memperkenalkan pertahanan baru. On the side of Medina from which attack was expected they dug a trench too deep for the Meccan cavalry to clear without exposing itself to the archers posted behind earthworks on the Medina side. Di sisi Madinah dari serangan yang diharapkan mereka menggali parit terlalu dalam untuk kavaleri Mekah untuk menghapus tanpa memaparkan dirinya pada pemanah Earthworks diposting di belakang di sisi Madinah. After an inconclusive siege, the Meccans were forced to retire. Setelah suatu pengepungan tidak meyakinkan, orang Mekah dipaksa untuk pensiun. Thereafter Medina was entirely in the hands of the Muslims. Setelah Madinah sepenuhnya di tangan kaum muslimin.

The Constitution of Medina - under which the clans accepting Muhammad as the Prophet of God formed an alliance, or federation - dates from this period. Konstitusi Madinah - di mana marga menerima Muhammad sebagai nabi Allah membentuk aliansi, atau federasi - tanggal dari periode ini. It showed that the political consciousness of the Muslim community had reached an important point; its members defined themselves as a community separate from all others. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran politik masyarakat Muslim telah mencapai titik yang penting; para anggotanya didefinisikan diri mereka sebagai sebuah komunitas yang terpisah dari yang lain. The Constitution also defined the role of non-Muslims in the community. Konstitusi juga menetapkan peran non-Muslim dalam masyarakat. Jews, for example, were part of the community; they were dhimmis, that is, protected people, as long as they conformed to its laws. Orang Yahudi, misalnya, adalah bagian dari komunitas mereka dzimmi, yaitu orang-orang yang dilindungi, selama mereka sesuai dengan hukum-hukumnya. This established a precedent for the treatment of subject peoples during the later conquests. Preseden ini didirikan untuk pengobatan subjek kemudian bangsa selama penaklukan. Christians and Jews, upon payment of a yearly tax, were allowed religious freedom and, while maintaining their status as non-Muslims, were associate members of the Muslim state. Kristen dan Yahudi, atas pembayaran pajak tahunan, diizinkan kebebasan beragama dan, dengan tetap menjaga status mereka sebagai non-Muslim, adalah anggota mengasosiasikan negara Muslim. This status did not apply to polytheists, who could not be tolerated within a community that worshipped the One God. Status ini tidak berlaku bagi orang musyrik, yang tidak dapat ditoleransi dalam suatu masyarakat yang menyembah Tuhan Yang Esa.

Photo: The Ka'bah, spiritual axis of the Muslim world, stands in the courtyard of Mecca's Sacred Mosque. Photo: The Ka'bah, sumbu spiritual dunia Islam, berdiri di halaman Masjidilharam Mekah.

Ibn Ishaq, one of the earliest biographers of the Prophet, says it was at about this time that Muhammad sent letters to the rulers of the earth - the King of Persia, the Emperor of Byzantium, the Negus of Abyssinia, and the Governor of Egypt among others - inviting them to submit to Islam. Ibnu Ishaq, salah satu penulis biografi awal Nabi, mengatakan hal itu pada saat ini bahwa Muhammad mengirim surat kepada para penguasa bumi - Raja Persia, Kaisar Byzantium, yang Negus dari Abyssinia, dan Gubernur Mesir antara lain - mengundang mereka untuk tunduk pada Islam. Nothing more fully illustrates the confidence of the small community, as its military power, despite the battle of the Trench, was still negligible. Tidak lebih sepenuhnya menggambarkan kepercayaan dari masyarakat kecil, sebagai kekuatan militer, meskipun pertempuran di Palung, masih diabaikan. But its confidence was not misplaced. Tapi keyakinan itu tidak salah. Muhammad so effectively built up a series of alliances among the tribes his early years with the Bedouins must have stood him in good stead here- that by 628 he and fifteen hundred followers were able to demand access to the Ka'bah during negotiations with the Meccans. Muhammad begitu efektif membangun sebuah rangkaian aliansi di antara suku-suku awal tahun dengan Badui berdiri dia harus memiliki manfaat yang baik di sini-yang oleh 628 dia dan seribu lima ratus pengikut dapat menuntut akses ke Ka'bah selama negosiasi dengan Mekah . This was a milestone in the history of the Muslims. Ini merupakan suatu tonggak penting dalam sejarah umat Islam. Just a short time before, Muhammad had to leave the city of his birth in fear of his life. Hanya waktu yang singkat sebelum, Muhammad harus meninggalkan kota kelahirannya karena takut hidupnya. Now he was being treated by his former enemies as a leader in his own right. Sekarang dia dirawat oleh mantan musuh sebagai pemimpin dalam haknya sendiri. A year later, in 629, he reentered and, in effect, conquered Mecca without bloodshed and in a spirit of tolerance which established an ideal for future conquests. Setahun kemudian, pada 629, ia masuk kembali, dan akibatnya, menaklukkan Mekah tanpa pertumpahan darah dan dalam semangat toleransi yang didirikan untuk masa depan yang ideal penaklukan. He also destroyed the idols in the Ka'bah, to put an end forever to pagan practices there. Ia juga menghancurkan berhala-berhala di Ka'bah, untuk mengakhiri praktek-praktek kafir selamanya ke sana. At the same time Muhammad won the allegiance of 'Amr ibn al-'As, the future conqueror of Egypt, and Khalid ibn al-Walid, the future "Sword of God," both of whom embraced Islam and joined Muhammad. Pada saat yang sama Muhammad memenangkan kesetiaan 'Amr bin Al-Ash, penakluk masa depan Mesir, dan Khalid bin Al-Walid, masa depan "Pedang Allah", keduanya memeluk Islam dan bergabung dengan Muhammad. Their conversion was especially noteworthy because these men had been among Muhammad's bitterest opponents only a short time before. Konversi mereka terutama patut diperhatikan karena orang-orang ini berada di antara lawan-lawan pahit Muhammad hanya dalam waktu singkat sebelumnya.

In one sense Muhammad's return to Mecca was the climax of his mission. Di satu sisi Muhammad kembali ke Mekah adalah klimaks dari misinya. In 632, just three years later, he was suddenly taken ill and on June 8 of that year, with his third wife 'Aishah in attendance, the Messenger of God "died with the heat of noon." Pada tahun 632, hanya tiga tahun kemudian, ia tiba-tiba jatuh sakit dan pada 8 Juni tahun itu, dengan istri ketiga 'Aishah yang hadir, Rasul Allah "mati dengan panas tengah hari."

Photo: Devout Muslims from all over the world gather for the pilgrimage to Mecca, for nearly fourteen centuries one of the most impressive religious gatherings in the world. Photo: taat Muslim dari seluruh dunia berkumpul untuk naik haji ke Mekah, selama hampir empat belas abad salah satu pertemuan keagamaan paling mengesankan di dunia.

The death of Muhammad was a profound loss. Kematian Muhammad adalah kerugian yang mendalam. To his followers this simple man from Mecca was far more than a beloved friend, far more than a gifted administrator, far more than the revered leader who had forged a new state from clusters of warring tribes. Untuk para pengikut-Nya yang sederhana ini pria dari Mekah adalah jauh lebih daripada teman yang dicintai, jauh lebih dari administrator yang berbakat, jauh lebih banyak daripada pemimpin yang dihormati yang telah menempa suatu negara baru dari kelompok suku yang berperang. Muhammad was also the exemplar of the teachings he had brought them from God: the teachings of the Quran, which, for centuries, have guided the thought and action, the faith and conduct, of innumerable men and women, and which ushered in a distinctive era in the history of mankind. Muhammad adalah juga contoh dari ajaran-ajaran yang dia bawa mereka dari Allah: ajaran-ajaran Qur'an, yang, selama berabad-abad, telah membimbing pikiran dan tindakan, iman dan perilaku, yang tak terhitung banyaknya laki-laki dan perempuan, dan yang diantar masuk tersendiri zaman dalam sejarah umat manusia. His death, nevertheless, had little effect on the dynamic society he had created in Arabia, and no effect at all on his central mission: to transmit the Quran to the world. Kematiannya, namun, tak banyak berpengaruh pada masyarakat yang dinamis telah ia ciptakan di Arabia, dan tidak ada efek sama sekali pada misi utama: untuk menyampaikan Quran kepada dunia. As Abu Bakr put it: "Whoever worshipped Muhammad, let him know that Muhammad is dead, but whoever worshipped God, let him know that God lives and dies not." Seperti Abu Bakr mengatakan: "Barangsiapa menyembah Muhammad, biarkan dia tahu bahwa Muhammad sudah mati, tetapi barangsiapa menyembah Allah, biarkan dia tahu bahwa Allah hidup dan tidak mati."

Sunday, November 15, 2009

Artikel Islami


Hijrah Titik Awal Pembangunan Masyarakat Islam 1

Allah berfirman, “Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa: 100)

Perjalanan yang Pertama ke Syam dan Usaha Mencari Rezki

Ketika usia beliau 12 th, nabi Muhammad saw diajak pamannya Abu Thalib berdagang ke Syam. Saat sampai ke Bashra mereka bertemu seorang pendeta bernama Bahira, ia adalah seorang pendeta Nasrani yang sangat ahli tentang Injil. Ketika ia melewati nabi Muhammad saw, ia mengamatinya dan mengajaknya berbicara. Beberapa saat kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan bertanya, “Apa kedudukan anak ini di sisimu?” Jawab Abu Thalib, “Ia anakku.” (Abu Thalib selalu memanggil nabi Muhammad saw sebagai anaknya, karena kecintaannya yang sangat pd beliau), Bahira berkata, “Dia bukan anakmu, karena tidak mungkin ayah anak ini masih hidup.” Abu Thalib terkejut dan berkata, “Ia anak saudaraku.” Maka tanya Bahira lagi, “Bagaimana kondisi ayahnya?” Abu Thalib menjawab, “Ia meninggal saat ibu anak ini mengandungnya.” Kata Bahira, “Kali ini jawaban Anda benar! Bawalah anak ini pulang dan jaga dia dari orang Yahudi. Karena kalau mereka melihat dia di sini, pasti akan dicelakakannya. Sungguh putra saudaramu ini kelak akan berurusan dg sebuah perkara yang sangat besar” Maka Abu Thalib cepat pulang kembali ke Makkah[1].

Sepuluh Sahabat Yang Dijamin MasukSurga

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)

Peperangan di Masa Rasulullah Bagian 7

Keempat belas

Anak buah atau pembela-pembela dakwah seyogyanya tidak menentang keputusan sang pemimpin yang cerdas dan cermat mempertimbangkan suatu perkara, lagi pula mempunyai tanggung jawab penuh atas kesuksesan dakwahnya. Sifat-sifat tersebut menjadikan keputusan sang dai itu layak dituruti, apalagi jika sebelum mengambil keputusan tertentu itu dia telah meminta pendapat anak buahnya terlebih dahulu.

Peperangan di Masa Rasulullah Bagian 6

Setelah kita membicarakan tujuan yang hendak dicapai oleh Islam melalui disyariatkannya perang berikut pertimbangan-pertimbangan historis atas diizinkannya kaum Muslimin melakukan perang, kini kita bahas pelajaranpelajaran apa yang dapat dipetik dari peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. semasa hidupnya.
Pertama
Perang Nabi yang petama kali adalah Perang Badar. Beliau membawa pasukannya untuk mencegat kafilah Quraisy yang sedang dalam perjalanan kembali dari Syam (Syiria) menuju Makkah. Kafilah ini tidak berhasil dicegat, tetapi mereka sendirilah yang kemudian mempersiapkan pasukan untuk perang.
Upaya pencegatan ini tidak berarti Nabi saw. punya ambisi ingin merampas barang-barang dagangan atau merampok seperti yang dituduhkan kaum Orientalis. Sementara kaum Orientalis tidak pernah mau tahu tentang harta benda kaum Muhajirin yang terpaksa ditinggal di Makkah lalu dirampas oleh kaum Musyrikin Makkah. Bukankah tindakan Nabi melakukan pencegatan tersebut merupakan imbalan terhadap kekejaman kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat-sahabatnya?
Bukankah mereka itu terlebih dahulu memaksa umat Islam angkat kaki dari tanah tumpah darahnya, meninggalkan kampung halaman, dan harta benda? Bila kita lihat masalah ini dari sudut perundang-undangan yang berlaku di dunia dewasa ini, maka tindakan Nabi itu cukup beralasan. Bukankah orang-orang Yahudi (Israel) sampai sekarang menuntut haknya untuk kembali ke tanah airnya dan menguasai kembali harta benda mereka yang ada di sana?
Sebelum terjadi pencegatan Badar ini, lebih dahulu telah tujuh kali kaum Muhajirin berusaha memperoleh harta yang ada di Makkah. Seluruhnya dilakukan oleh orang-orang Muhajirin. Dasarnya ialah karena harta benda mereka yang ditinggalkan di Makkah sudah dikuasai kaum Musyrikin. Oleh karenanya dibenarkan undang-undang jika mereka (Muhajirin) melakukan pembalasan dengan mencegat kafilah dagang Makkah. Tidak kurang dari tujuh faktor yang membenarkan tindakan pencegatan terhadap kafilah Quraisy itu, yaitu:
1. Sebelumnya Nabi telah mengutus Hamzah untuk memperoleh harta benda kaum Muhajirin yang ditinggal di Makkah. Itu terjadi setelah 7 bulan hijrahnya kaum Muhajirin ke Madinah. Tetapi hasilnya nol.
2. Kemudian berturut-turut Nabi mengutus pasukan-pasukan kecil yang dipimpin oleh Ubaidah bin Harits, pada bulan kedelapan hijrah.
3. Seterusnya pasukan yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqas, pada bulan kesembilan.
4. Kemudian diutus pula suatu regu yang terpaksa terlibat perang dengan orang -orang Quraisy di Waddan, pada bulan kesepuluh.
5. Pada bulan ketiga belas ada lagi delegasi yang terpaksa terlibat dalam peperangan di Buath.
6. Kemudian terjadi lagi Perang Badar pertama, pada bulan ketiga belas hijrah.
7. Seterusnya terjadi lagi Perang Asyirah pada bulan keenam belas hijrah. Seluruhnya dilakukan oleh orang-orang Muhajirin. Tak seorang pun kaum Anshar yang diikutsertakan.
Kedua
Kemenangan dalam suatu peperangan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya jumlah prajurit dan hebatnya persenjataan. Tetapi, justru lebih ditentukan oleh kekuatan rohani masing-masing prajurit. Dalam peperangan yang terjadi selama Nabi masih hidup, pasukan-pasukan Islam merupakan pihak yang menganut dan membela akidah dan umat, sedangkan pasukan kaum Musyrikin merupakan pihak yang menganut dan membela kerusakan akidah, kebejatan akhlak, kerusakan masyarakat, taklid buta kepada nenek moyang, dan mempertahankan kekuasaan yang diwarnai oleh pandangan kebendaan.
Betapa bedanya perilaku kedua belah pihak menjelang terjun ke medan perang. Kaum Musyrikin biasa mengadakan pesta pora selama tiga hari tiga malam. Mereka mabuk-mabukan, berdansa-dansi, menyalakan api unggun, dan berbagai kelakukan sejenis itu. Maksudnya ialah untuk memberi tahu khalayak ramai akan kehebatan mereka dan dengan itu mereka merasa siap untuk memenangkan pertempuran.
Lain sekali dengan kaum Muslimin. Mereka terlebih dahulu mengadukan segala sesuatunya kepada Allah setulus hati, mohon pentolongan-Nya, dan mohon dijadikan syahid. Nabi saw. sendiri bersujud ke hadirat Allah dan memohon kepada-Nya agar kaum Muslimin memperoleh kemenangan. Dan pada ujungnya kelompok kedua inilah yang berhasil.
Dalam semua peperangan, jumlah personil kaum Musyrikin jauh lebih banyak ketimbang jumlah pasukan Islam. Nyatanya hanya dua kali pasukan Islam agak kewalahan dari belasan kali peperangan yang terjadi. Inipun dikarenakan mereka melanggar komando Rasulullah, dan tidak sampai menderita kalah total.
Ketiga
Keteguhan hati dan ketabahan serta kegembiraan kaum Muslimin menghadapi musuh merupakan salah satu faktor pendorong terlaksananya taktik dan strategi yang membawa kemenangan.
Seorang komandan seyogyanya tidak membuat tentara-tentaranya benci dan takut berperang. Sebaliknya, ia harus menumbuhkan semangat dan kerelaan mereka untuk maju. Itulah sebabnya Rasulullah saw. pada Perang Badar mengadakan musyawarah terlebih dahulu dengan tentaratentaranya. Sehingga, masing-masing merasa ikut menentukan dan bertanggung jawab.
Keempat
Kegigihan anggota-anggota pasukan untuk mempertahankan diri atau jiwa komandannya merupakan suatu sikap yang ditimbulkan oleh keberanian untuk memenangkan perang dan dakwah. Dalam keadaan seperti itu sang komandan harus menghargai sikap dan tindakan anggotanya.
Dalam Perang Badar misalnya, Nabi saw. menyetujui pembuatan kemah untuk dijadikan tempat perlindungannya. Begitu pula dalam peperangan lainnya, seperti Perang Uhud dan Hunain, di mana tentaranya membuat pagar betis guna melindungi beliau dari hujan anak panah yang dilontarkan musuh. Nabi tidak pernah menolak keinginan-keinginan seperti itu, walaupun dirinya merupakan orang yang paling berani lagi dilindungi Allah. Bahkan, beliau sangat menghargai kesediaan berkorban para sahabat-sahabatnya demi dirinya, yang berarti juga demi dakwah Islamiyah.
Kelima
Sesungguhnya Allah swt. senantiasa melindungi pejuang-pejuang Islam yang betul-betul beriman dengan bala tentara khusus. Bantuan itu bisa berupa Malaikat seperti yang diturunkan Allah untuk membantu kaum Muslimin dalam perang Badar atau berupa angin topan yang ditiupkan-Nya ke arah musuh Islam dalam Perang Ahzab. Hendaknya pejuangpejuang Islam tidak meragukan lagi janji Allah dalam firman-Nya, “Kami (Allah) benar-benar menolong kaum Mukminin.” (QS. An-Rum: 47), dan, “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman.” (QS. Al-Haj: 38)
Keenam
Sifat seorang dai yang sebenarnya ialah selalu mengutamakan agar musuh-musuhnya mendapat hidayah Allah. Ia akan selalu memberikan kesempatan untuk itu, seperti kasus dibebaskannya tawanan-tawanan Penang Badar. Diperingatkannya Nabi oleh Allah atas tindakannya itu tidak berarti beliau telah mengambil tindakan yang salah total. Peringatan tersebut diberikan hanya karena suatu kepentingan yang lebih mendesak dalam situasi itu, yaitu untuk menumbuhkan rasa takut di kalangan tentara-tentara musuh dan tokoh-tokohnya dengan cara tidak membebaskan para tawanan lebih dahulu.
Adanya teguran Allah atas pembebasan itu adalah juga tidak berarti mengharuskan membunuh mereka. Sebab jika dibunuh, seperti yang diusulkan Umar bin Khattab, maka orang-orang akan lebih cenderung untuk tidak melawan kemauan pemimpin-pemimpin Quraisy, di satu sisi. Di sisi lain, pembunuhan para tawanan itu akan tambah membangkitkan perlawanan terhadap kaum Muslimin.
Ada alasan lain mengapa Nabi menolak usul Umar untuk membunuh para tawanan. Karena, di antara para tawanan ada paman Nabi sendiri, Abbas. Walaupun belum terang-terangan masuk Islam, namun Abbas banyak membantu Rasulullah, terutama dalam memberikan laponan mengenai gerak-gerik kaum Musyrikin. Agaknya Abbas ini secara diam-diam telah beriman. Dan membunuhnya bersama-sama tawanan lainnya berarti kehilangan seorang agen rahasia. Jika Nabi membunuh para tawanan, tentulah kaum Musyrikin mengklaim gerakan dakwah beliau adalah gerakan sadis. Inii jauh lebih merugikan.
Ketujuh
Mengingkari komando seorang pemimpin yang cerdas dan teliti serta mampu memperhitungkan suasana, akan membawa kekalahan. Misalnya pelanggaran yang dilakukan oleh regu pengawal di atas bukit pada Penang Uhud. Kalau saja regu yang ditugaskan Rasulullah mengawal pasukan dari belakang itu taat pada komandonya, niscaya tertutup kemungkinan pasukan Musyrikin membalas kekalahan mereka pada awal peperangan.
Inilah sebabnya Allah swt. memperingatkan kaum Muslimin, sebagaimana dinyatakan dalam surat An-Nur ayat 63.
Kedelapan
Tamak kepada harta rampasan atau seumpamanya, dapat menggagalkan perjuangan. Premis ini terbukti dalam kasus Perang Uhud itu. Regu pengawal di atas bukit turun ke lereng bukit karena melihat harta rampasan yang ditinggalkan musuh. Begitu pula dalam kasus Perang Hunain. Pada awalnya kaum Muslimin berhasil menghancurkan tentara musuh sehingga mereka lari meninggalkan harta bendanya.
Melihat harta yang sangat banyak, tentara-tentara Islam sibuk memungutinya dan tidak lagi siaga melawan musuh. Pada waktu lengah inilah pasukan musuh kembali menyerbu sehingga nyaris pihak Islam menderita kekalahan besar. Untunglah Rasulullah bersama-sama sebagian tentara lainnya masih tetap memberikan perlawanan gigih sehingga kemenangan terakhir dapat diraih.
Akan halnya dakwah, tentu begitu juga. Ia dapat dirusak oleh keserakahan sang dai untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Hal ini di samping dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat akan kebenaran dakwahnya, juga membuat masyarakat menuduhnya sebagai orang yang gila harta dengan memperalat dan mengatasnamakan agama. Bila penilaian serupa ini telah tumbuh di hati masyarakat, akan terhalanglah penyebaran agama dan akan terjadilah sangka buruk terhadap setiap dai.
Kesembilan
Contoh yang diberikan Ummu Imarah yang berjuang sampai mati demi menyelamatkan jiwa Rasulullah dalam perang Uhud, merupakan petunjuk tentang harusnya kaum wanita mengambil peran besar dalam rangka mensukseskan dakwah. Contoh ini menginsafkan kita akan keharusan mengikutsentakan kaum Hawa yang Muslimah dalam mengemban tugas dakwah. Merekalah yang bertugas menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada para wanita di samping, mendidik anak-anak mencintai Allah, Rasul, dan agama Islam dalam rangka perbaikan masyarakat.
Kalau lapangan partisipasi kaum wanita dalam dakwah ini tidak terisikan, atau hanya diisi oleh seorang dua orang saja, tentulah mekanisme dakwah dan proses perbaikan sosial itu akan berjalan lambat. Sebab, separuh lebih dari masyarakat sasaran dakwah adalah kaum wanita yang nyatanya kurang dijangkau oleh dai-dai pria. Bukankah dakwah terhadap kaum wanita ini akan lebih efektif dan efisien manakala dilaksanakan oleh kaum wanita itu sendiri?
Kesepuluh
Terlukanya jasad Rasulullah dalam Perang Uhud agaknya menyadarkan para dai bahwa tidak tertutup kemungkinan mereka akan mengalami gangguan-gangguan fisik atau terancam jiwa. Karena ketika melaksanakan dakwah, para dai mungkin saja dilukai orang, dipenjarakan, bahkan dibunuh oleh musuh-musuh Islam. Tentang hal ini Allah swt. telah mengingatkan kita melalui firman-Nya, “Apakah manusia mengira mereka dibiarkan saja mengatakan telah beriman, tanpa diuji lagi? Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui umat yang benar-benar beriman, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 2-3)
Kesebelas
Apa yang telah diperlihatkan oleh orang-orang kafir terhadap korban-korban kaum Muslimin dalam Perang Uhud, khususnya terhadap mayat Hamzah, paman Nabi, merupakan bukti nyata sangat tipisnya perikemanusiaan dan kasih sayang musuh-musuh Islam terhadap sesama manusia. Perbuatan mereka mengoyak-ngoyak tubuh mayat bukanlah ingin menyakiti lagi sang mayat, melainkan untuk menunjukkan betapa mendalamnya kedengkian yang ada di dalam dini mereka. Hal itü sangat menyedihkan orang yang melihatnya.
Apa yang telah diperbuat oleh kaum Musyrikin dahulu itu juga dilakukan oleh orang-orang Yahudi kepada korban-korban perang di Palestina. Memang kedua kelompok pelaku perbuatan biadab ini sama-sama tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Hal itu membuat mereka selalu tidak senang kepada orang-orang yang bersikap sebaliknya.
Kedua belas
Diterimanya nasihat dan pertimbangan para sahabat oleh Nabi saw. dalam rangka penempatan pasukan pada Perang Badar dan Khaibar adalah isyarat tidak sukanya Nabi akan cara-cara diktator. Biasanya orang-orang diktator selalu menganggap dinmnya lebih baik, lebih pmntar dan lebih hebat dan orang lain, sehingga ia memandang rendah dan meremehkan aspirasi rakyat, serta enggan bermusyawarah dengan tokoh-tokohnya.
Sesungguhnya Nabi berkedudukan sebagai Rasulullah, namun beliau tidak menemehkan pendapat sahabat-sahabatnya, terutama menyangkut masalah-masalah kemiliteran dan situasi medan yang sedang dihadapi. Nabi Saw. suka bermusyawarah tentang segala pensoalan, kecuali jika wahyu Allah telah menentukannya. Sejanah telah menunjukkan, kecongkakan pemimpin-pemimpin yang diktator sering sekali membahayakan mereka sendini dan rakyatnya. Mengingat hal mi, selayaknya para da’i meneladani sikap dan tindakan Rasulullah, jika dia memang sebagai pemimpin yang ikhlas dan da’i yang jujun. Bukankah musyawarah merupakan simbol utama dalam pemerintahan Islam? Bukankah sejarah telah mencatat dengan tinta emas, pemimpinpenumpin Islam yang sesungguhnya adalah orangorang yang suka musyawanah dan mempenhatikan pendapat para ahlinya, bukan diktator?
Untuk mi penhatikanlah firman Allah dalam surat As-Syura ayat 38, All Imnan ayat 159 dan AnNahi ayat 43.
Ketiga belas
Dalam kepemimpinan Rasulullah Saw. beliau selalu berada di barisan terdepan, kecuali jika pana sahabat minta supaya beliau memberi komando dan belakang, hal mi menunjukkan kepemimpinan itu tidak mungkin dijalankan oleh orang-orang yang pengecut. Sejak dahulu sampai sekarang, bahkan nanti, orang-orang yang pengecut tidak bisa dan tidak pantas dijadikan pemimpin masyarakat, komandan pasukan, penggerak gerakan perbaikan (refonmasi) dan pemimpin da’wah. Kebaikan seorang pemimpin atau da’i dalam berfikir dan berbuat jauh lebih mampu membangkitkan semangat pengikutpengikut jika dibandingkan dengan daya bangkit pidato-pidato di depan umum. Dan memang keberanian seorang pemimpin atau da’i mi akan dijadikan contoh dan stimulator oleh anak buahnya. Selain itu sifat pengecut selalu merupakan hambatan dan dalam (intern), sehingga ia menjadi hambatan awal.

Saturday, November 14, 2009

Mengenang 400 Tahun Pengusiran Muslim Spanyol


Sekitar 80 akademisi dari Spanyol, Tunisia, Aljazair, Maroko, Prancis, dan beberapa negara lainnya berdiskusi dalam sebuah forum internasional tentang umat Islam yang secara kolektif diasingkan dari Granada 400 tahun lalu.

Pada 1492, setelah jatuhnya Kota Granada-Andalusia, sebagian besar umat Islam diasingkan dari bumi Islam, Andalusia (Spanyol). Sementara itu sisanya dipaksa masuk agama Kristen. Tidak cukup dengan hal demikian, umat Islam pun mengalami siksaan yang memilukan setiap tahunnya, yaitu dibakar hidup-hidup.

Saat ini, banyak umat Islam Spanyol yang menyadari bahwa leluhur mereka merupakan muslim Andalusia.

9 April 2009 lalu genap sudah 400 tahun terjadinya salah satu gerakan pengusiran terbesar sepanjang sejarah, yang mengeluarkan muslim Andalus yang telah hidup di bumi tumpah darahnya selama 8 abad, sekaligus juga membangun peradaban Islam yang gemilang dan menjadi salah satu peradaban yang paling penting.

Para sejarawan memperkirakan jumlah umat Islam yang diusir ada sekitar 250 ribu--350 ribu jiwa. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian mereka pergi ke pantai utara Maroko dan sisanya pergi ke Tunisia.

Seorang penulis kenamaan Spanyol Juan Guytesillo menyatakan peristiwa tersebut sebagai pengusiran sekaligus pemusnahan etnis dan agama yang pertama kali terjadi di Eropa.

Penulis Spanyol lainnya, Emilio Paistorius mengatakan bahwa pengusiran bangsa Moor (muslim) dari Andalusia merupakan kejahatan terbesar kedua. Sedangkan kejahatan terbesar yang pertama adalah pencurian buku-buku milik kaum muslimin oleh Ratu Isabella, yang kemudian dibakar di depan pintu gerbang ar-Raml (Bab al-Raml), Granada, kecuali buku-buku kedokteran Islam.

Islam bercokol di semenanjung Iberia (Andalusia, kini Spanyol, Portugal dan Andorra) selama kurang lebih 8 abad (8--16 M). Selama rentan waktu itu pula, Islam mampu menyulap semenanjung yang semula daerah pinggiran itu menjadi salah satu pusat peradaban dunia dan sentral ilmu pengetahuan sejagat. Ribuan cendikiawan, jutaan jilid buku, dan ratusan bangunan bersejarah Arab-Islami mengabadikan kisah kegemilangan peradaban Islam di bumi Andalusia itu.

Dan dari Islam-Andalusia pula, bangsa Eropa (kembali) mengenal ilmu pengetahuan hingga akhirnya mengilhami abad pencerahan, aufklarung, renaissance, dan kebangkitan di benua itu.

Transmisi ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang beralur dari Andalusia ke kota-kota Eropa lainnya. Filsuf Inggris abad pertengahan Roger Bacon menyatakan, kebangkitan Eropa sangat berhutang kepada peradaban Islam Andalusia. (wb/L2-AGS, Kairo)

Ikhtisar Sejarah Islam Pasca Khilafah Rasyidah

KHILAFAH BANI UMAYYAH (41-132 H / 661-750 M)

  • Diantara para khalifahnya : Mu’awiyah dan Umar bin Abdul Aziz.
  • Pembebasan Bukhara (Uzbekistan) dan Samarkand di Asia Tengah, Sind, Transoxania, Afrika Utara di sebelah barat Mesir, Spanyol (Thariq bin Ziyad), dan sebagian wilayah Perancis.

KHILAFAH BANI ABBASIYAH (132-656 H / 750-1258 M) dan Khilafah Bani Umayyah di Spanyol (138-422 H / 756-1031 M)

  • Diantara para khalifah Bani Abbasiyah : Harun Ar-Rasyid, Al-Ma’mun, dan Al-Musta’shim. Diantara para khalifah Bani Umayyah di Spanyol : Abdur Rahman Ad-Dakhil.
  • Pembebasan Anatolia (Yunani), Kashmir, Benggala (India)
  • Penyerangan Holako ke Baghdad, runtuhnya Khilafah Bani Abbasiyyah (1258 M)

KHILAFAH DUWAILAT (BANYAK KESULTANAN)

  • Rustamiyyah (Aljazair Barat, 160-296 H / 777-909 M)
  • Idrisiyyah (Maroko, 172-314 H / 789-926 M)
  • Thahiriyyah (Khurasan, 205-259 H / 821-873 M)
  • Shafariyyah (Sistan, 253-855 H / 867-1480 M)
  • Samaniyyah (Khurasan dan Transoxania, 204-395 H / 819-1005 M)
  • Thuluniyyah (Mesir dan Suriah, 254-292 H / 868-905 M)
  • Hamdaniyyah (Suriah, 293-394 H / 905-1004 M)
  • Zaidiyyah (Yaman, 246-680 H / 860-1281 M)
  • Fathimiyyah (Afrika Utara, Mesir, dan Suriah, 297-567 H / 909-1171 M)
  • Qaramithah (Arabia timur dan tengah, 281-366 H / 894-977 M)
  • Ikhsyidiyyah (Mesir dan Suriah, 323-358 H / 935-969 M)
  • Buwaihiyyah (Iraq dan Persia, 320-454 H / 932-1062 M)
  • Ziyariyyah (Thabaristan dan Gurgan, 315-483 H / 927-1090 M)
  • Muluk Ath-Thawaif (Spanyol, 400-536 H / 1010-1142 M)
  • Seljuk (Iraq, Persia, Suriah, dan Jazirah Arab, 429-590 H / 1038-1194 M)
  • Murabithun (Afrika Utara dan Spanyol, 448-541 H / 1056-1147 M)
  • Muwahhidun (Afrika Utara dan Spanyol, 524-667 H / 1130-1269 M)
  • Ayyubiyyah (Mesir dan Suriah, 564-866 H / 1169-1462 M)
  • Mariniyyah (Maroko, 592-956 H / 1196-1549 M)
  • Hafshiyyah (Tunisia dan Aljazair Timur, 625-982 H / 1228-1547 M)
  • Mamalik (Mamluk) (Mesir dan Suriah, 648-922 H / 1250-1517 M)
  • 1267, Malikus Shaleh mendirikan Kerajaan Islam Samudera Pasai di Sumatera.
  • 1550, Islam tersebar di Jawa, Maluku, dan Kalimantan.

KHILAFAH UTSMANIYAH (680-1342 H / 1282-1924 M)

  • Diantara para khalifahnya : Muhammad Al-Fatih, Selim, Abdul Hamid, dan Abdul Majid II.
  • Pembebasan Konstantinopel (Turki) – tahun 857 H / 1517 M dibawah Muhammad Al-Fatih - dan negara-negara Balkan seperti Yugoslavia, Albania, Bulgaria sampai ke Hungaria.
  • 1718, berdasarkan Perjanjian Passarowich, Turki kehilangan Hungaria.
  • 1811, Inggris menduduki Indonesia (namun pada 1816 Inggris keluar dari Indonesia dan menyerahkan kembali Indonesia kepada Belanda)
  • 1827, Semenanjung Malaya diduduki Inggris berdasarkan Perjanjian Anglo-Netherland tahun 1824.
  • 1830, Aljazair diduduki Perancis.
  • 1857, India diduduki Inggris.
  • 1878, Turki diserahkan kepada Inggris.
  • 1879, berdasarkan Perjanjian Berlin, Turki kehilangan 4/5 wilayah kekuasaannya di Benua Eropa.
  • 1881, Tunisia diduduki Perancis.
  • 1901, Maroko diduduki Perancis.
  • Perang Dunia I (1914-1918 M), Turki terlibat.
  • 1918, Suriah diduduki Perancis.
  • 1924, Khilafah Utsmaniyah runtuh ditandai dengan berdirinya Rezim Republik Turki Musthafa Kemal.
  • 1928, Berdirinya Al-Ikhwanul Muslimun.
  • Usia peradaban kita : sejak abad ke-7 sampai abad ke-16 = 10 abad
  • Usia peradaban asing : sejak abad ke-16 sampai abad ke-20 = 5 abad
  • Abad ke-21 : awal kebangkitan peradaban Islam ?

ERA NEGARA BANGSA (NATION-STATES)

  • 1924 : Terbentuknya Negara Saudi (dibawah King Abdul Aziz)
  • 1925 : Terbentuknya Monarki Iran (dibawah Reza Khan)
  • 1932 : Iraq merdeka
  • 1945 : Indonesia merdeka
  • 1946 : Yordania, Lebanon, Suriah merdeka
  • 1951 : Libia merdeka
  • 1956 : Maroko dan Tunisia merdeka
  • 1962 : Aljazair merdeka
  • Masing-masing negara hanya mengedepankan nasionalisme-nya semata. Padahal sesama muslim adalah bersaudara, yang harus membantu satu sama lain.

PERANG SALIB

  • 1095, Perang Salib I (1099, Tentara Salib menguasai Jerusalem)
  • 1148-1149, Perang Salib II
  • 1187, Perang Salib III (Shalahuddin merebut kembali Jerusalem)
  • 1199, Perang Salib IV (1204, Tentara Salib menguasai Konstantinopel, namun pada 1517 dibebaskan oleh Muhammad Al-Fatih)
  • 1217-1221, Perang Salib V
  • Perang Salib VI
  • 1247-1254, Perang Salib VII
  • 1266, Perang Salib VIII
  • 1274, Perang Salib IX

YAHUDI : DURI DALAM SEJARAH

  • Yahudi adalah bangsa yang sama sekali tidak memiliki rasa terima kasih. Mereka berhasil mencapai masa keemasan karena dinaungi oleh kekuasaan Islam. Ketika mereka dikejar-kejar dan diusir dari Eropa, Islam-lah yang memberikan tempat dan perlindungan kepada mereka. Tetapi ...
  • 1917, Palestina diduduki Inggris.
  • 1948, Inggris menarik diri dari Palestina dan diproklamasikannya Negara Israel.
  • 1967, Perang Arab-Israel yang dimenangkan oleh Israel.
  • Sekarang, populasi Yahudi adalah 15 juta. 5 juta berada di Israel, 5 juta yang lain di Amerika Serikat, dan sisanya tersebar di belahan bumi yang lain (dan terbanyak di Inggris).

KITA SEKARANG INI

  • Negeri-negeri muslim yang dieksploitasi dan tidak mandiri
  • Negeri-negeri muslim yang sulit bersatu
  • Negeri-negeri muslim yang tidak berpihak kepada kepentingan islam (kepemimpinan yang tidak akomodatif terhadap islam)
  • Umat islam yang selalu dituduh dan menjadi sasaran konspirasi dan agresi
  • Apa yang harus kita lakukan ?

Mengapa Belajar Sejarah Islam?


Alasan pertama: Sejarah Islam – lebih dari sekadar tanggal, tempat, tokoh dan peristiwa yang biasa dihafal – adalah hikmah dan pelajaran yang tidak akan pernah ada habisnya. Allah berfirman: ”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah; dan hendaknya setiap diri melihat apa yang telah ia perbuat untuk hari esoknya” (QS Al-Hasyr : 18). Maksud dari hikmah dan pelajaran disini adalah sebagai berikut:

Pertama: Dalam sejarah Islam, ada contoh-contoh dan teladan yang baik, yang mesti kita ikuti. Islam telah berhasil diaplikasikan pada masa-masa terbaiknya, dan kita harus mengulangnya kembali. Sejarah Islam penuh dengan tokoh-tokoh yang harus kita teladani. Allah berfirman : ”Kalian adalah umat terbaik yang dihadirkan di tengah-tengah umat manusia ...”. Itulah generasi Nabi dan para sahabat, dan bisa pula kita jika mengikuti jejak mereka. Rasulullah bersabda : ”Sebaik-baik generasi adalah generasiku, lalu generasi sesudahnya, lalu generasi sesudahnya”. Itulah generasi salaful ummah : 1) generasi Nabi dan para sahabat, 2) generasi tabi’un, dan 3) generasi tabi’ut tabi’in.

Kedua: Dalam sejarah Islam, ada contoh-contoh yang tidak baik, yang tidak boleh kita ulangi lagi. Rasulullah bersabda, ”Seorang mukmin tidak akan terjerumus kedalam lubang yang sama untuk yang kedua kalinya”.

Ketiga: Dengan mempelajari sejarah Islam, kita akan memahami sunnatullah (ketentuan-ketentuan Allah) dalam sejarah. Allah berfirman: ”Apakah mereka memperhatikan ketentuan-ketentuan (Allah) terhadap orang-orang terdahulu. Tidaklah ada perubahan dalam ketentuan-ketentuan Allah, dan tidaklah ada penyimpangan dalam ketentuan-ketentuan Allah” (QS Faathir : 43). ”Tidakkah mereka berjalan di muka bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka ...” (QS Faathir : 44).

Sedangkan alasan yang kedua: Kira-kira sepertiga dari Al-Qur’an adalah kisah orang-orang terdahulu (sejarah). Bahkan sebagian besar isi Kitab Perjanjian Lama (Taurat) adalah kisah orang-orang terdahulu (sejarah). Ini menunjukkan pentingnya mengetahui dan mempelajari sejarah.

Friday, November 13, 2009

Sejarah Islam

Islam berawal pada tahun 622 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir

yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira', Arab Saudi. Sejarah Islam menceritakan perkembangan Islam sampai sekarang.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Pendahuluan

Islam muncul di Jazirah Arab pada abad ke-7 masehi ketika Nabi Muhammad s.a.w. mendapat wahyu dari Allah s.w.t. Setelah kematian Rasullullah s.a.w. kerajaan Islam berkembang sampai Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur. Lama-kelamaan umat Islam terpecah dan terdapat banyak kerajaan-kerajaan Islam lain yang muncul.

Namun demikian, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umayyah, kerajaan Abbasiyyah, kerajaan Turki Seljuk, Kekhalifahan Ottoman, Kemaharajaan Mughal India, dan Kesultanan Melaka telah menjadi kerajaaan yang kuat dan besar di dunia. Tempat belajar ilmu yang hebat telah mewujudkan satu Tamadun Islam yang agung. Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutama pada Zaman Emas Islam.

Pada abad ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Setelah Perang Dunia I, Kerajaan Ottoman yaitu kekaisaran Islam terakhir tumbang menyembah bumi.

[sunting] Nabi Muhammad s.a.w.

Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang dilewati oleh jalur sutera. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah ialah tempat suci bagi bangsa Arab ketika itu karana di situ terdapatnya berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Telaga Zamzam dan yang paling penting sekali Kaabah.

Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Mekah pada Tahun Gajah (570 atau 571 masihi). Ia merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia. Ia dibesarkan oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Baginda kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah dan menjalani kehidupan yang bahagia.

Namun demikian, ketika Nabi Muhammad s.a.w. berusia lebih kurang 40 tahun, beliau didatangi oleh Malaikat Jibril a.s. Sesudah beberapa waktu beliau mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rekan-rekan terdekatnya yang dikenal sebagai as-Sabiqun al-Awwalun dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.

Pada tahun 622 masehi, baginda dan pengikutnya hijrah ke Madinah. Peristiwa ini disebut Hijrah. Peristiwa lain yang terjadi setelah hijrah adalah dimulainya kalender Hijrah .

Mekah dan Madinah kemudiannya berperang. Nabi Muhammad s.a.w. memenangi banyak pertempuran walaupun ada di antaranya tentera Islam yang tewas. Lama kelamaan orang-orang Islam menjadi kuat dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah wafatnya Nabi Muhammad s.a.w., seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan orang Islam.

[sunting] Islam di Indonesia

Islam telah dikenal ke Nusantara atau Indonesia pada abad pertama Hijaiyah/7 Masehi, meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar melalui perdagangan dengan para pedagang muslim yang berlayar ke kawasan ini singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih intensif, khususnya di Semenan­jung Melayu dan Nusantara, berlangsung beberapa abad kemudian.

Bukti peninggalan pertama arkeologi Islam di Asia Tenggara adalah dua makam muslim yang berangka tahun sekitar akhir abad

[sunting] Rujukan